31.12.14

Kulit Putih tapi Tak Merata, Bisa Jadi Itu Pityriasis Alba


Pityriasis alba atau yang biasa disebut tratak, adalah penyakit yang hampir mirip dengan eksim. Mula-mula berbentuk bulatan putih yang makin lama makin melebar dan menyebar,” kata dr Dwi Murtiastutik SpKK (K), dokter spesialis kulit dan kelamin. Bentuknya mirip panu karena sama-sama berbentuk bulatan putih. Bedanya, panu disebabkan tumbuhnya jamur akibat lingkungan atau suhu yang lembab. Sedangkan tratak, sampai saat ini penyebabnya tidak diketahui atau idiopatik.

Penyebab

Meski penyebab gangguan pityriasis alba atau tratak tidak diketahui, diduga sinar matahari adalah pemicu utama gangguan ini. “Biasanya tratak memang terjadi pada kulit yang terkena sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama tanpa perlindungan semisal baju atau sunblock. Karena itu diduga penyebab tratak adalah sinar matahari langsung tersebut,” tutur Dwi saat ditemui di tempat prakteknya di kawasan Diponegoro Surabaya.
Gangguan ini diperparah dengan adanya keringat yang muncul akibat sengatan matahari. Hal ini disebabkan keringat mengandung air yang bisa memantulkan sinar matahari sehingga tubuh semakin banyak terpapar sinar matahari tersebut. Selain itu, lingkungan dengan udara dingin juga bisa memicu timbulnya tratak. Udara dingin menyebabkan sinar matahari terasa tidak terlalu panas. Sehingga orang akan merasa baik-baik saja ketika terkena sinar matahari langsung meski tanpa perlindungan. “Tapi udara dingin adalah faktor yang sangat jarang sebagi pemicu gangguan tratak karena sifatnya hanya mendukung dan bukan penyebab langsung,” tegas Dwi.

Bagian Tubuh yang Terkena

Gangguan pityriasis alba muncul di bagian kulit yang sering terkena sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama. Biasanya muncul di wajah, leher, punggung, bahu, lengan bagian luar, dan kaki. “Yang paling sering muncul di pipi. Justru di kaki jarang terjadi. Karena meskipun memakai rok atau celana pendek, kaki masih terlindungi bayangan tubuh sehingga masih ada kemungkinan terlindung dari sinar matahari,” papar Dwi.

Tanda

Pityriasis alba atau tratak ditandai dengan adanya bercak putih atau hipopigmentasi. Bercak ini berbentuk bulat atau oval. Jika terkena sinar matahari, bulatan tersebut berwarna merah. Bulatan yang muncul mulanya kecil. Tapi jika tidak segera ditangani, bulatan tersebut bisa makin lebar. Apalagi didukung kurangnya perlindungan kulit terhadap sinar matahari langsung. Selain itu, gangguan tratak juga ditandai dengan adanya kulit bersisik dan kasar. Kadang disertai rasa gatal sehingga membuat jemari tergoda untuk menggaruk. “Menggaruk justru memicu timbulnya peradangan atau inflamasi,” tegas Dwi. Gangguan pityriasis alba ini kadang muncul bilateral, yaitu seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri. Tapi ada juga yang munculnya hanya sebagian, di kiri saja atau kanan saja.

Yang Sering Terkena

Pityriasis alba atau tratak merupakan gangguan yang penyebabnya diduga karena terkena matahari secara langsung tanpa perlindungan. Karena itu, orang yang pekerjaannya di tempat terbuka dengan baju yang terbuka bisa terkena gangguan tratak. Secara lebih spesifik, orang yang lebih berpotensi terkena gangguan tratak adalah:

- Anak-anak

“Gangguan tratak sering terjadi pada anak-anak masa SD sampai SMP,” ujar Dwi. Ini karena anak-anak pada masa itu masih sering bermain-main dan berolahraga di luar rumah tanpa memperdulikan panasnya matahari. Sehingga kulit mereka lebih sering terkena matahari secara langsung. “Selain itu, anak-anak pada masa itu juga belum terlalu memperhatikan penampilan atau merawat kesehatan kulit,” tambahnya. Ini bisa dilihat dari baju yang dipakai biasanya belum ditujukan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Perawatan seperti krim anti UV juga belum digunakan. Kebiasaan ini menyebabkan perlindungan kulit dari sinar matahari masih minim.

- Perenang

Perenang lebih berpotensi terkena gangguan tratak. Ini karena berenang merupakan aktivitas di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama. “Baju renang yang cenderung terbuka, melindungi kulit dari sinar matahari secara minimal. Selain itu, media air justru memantulkan sinar matahari sehingga perenang akan semakin banyak terpapar sinar matahari tersebut,” papar Dwi. Dwi menambahkan, sinar matahari yang menyengat yaitu antara jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Pada jam-jam tersebut di bawah sinar matahari secara langsung selama 3 jam atau lebih, bisa menambah potensi terkena tratak.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk gangguan pityriasis alba atau tratak. Gangguan ini juga mudah disembuhkan, bisa dengan cara berikut:

- Pelembab

“Pelembab ini berfungsi untuk mengurangi kulit yang kasar dan bersisik akibat terkena tratak,” kata Dwi. Pelembab bisa digunakan setiap hari. Pemakaian pelembab ini sebaiknya dibarengi dengan mengurangi intensitas terpapar sinar matahari secara langsung untuk mempercepat hilangnya gangguan tratak.

- Krim steroid topikal ringan

“Krim steroid boleh digunakan untuk mengobati gangguan tratak tapi cukup yang ringan saja,” terang Dwi. Krim steroid ini berfungsi menghilangkan bercak putih dan sisik pada kulit akibat gangguan tratak tersebut.
(Sumber  http://nyata.co.id)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...