1.1.15

Bahaya wanita gemuk terhadap kehamilan


MENJAGA kondisi kesehatan adalah hal yang sangat penting, termasuk juga bagi ibu hamil. Apalagi pada ibu hamil ini juga terkait dengan masalah kesehatan si ibu dan bayi yang sedang dikandung. Salah satu yang harus dijaga adalah berat badan. Ibu hamil harus menghindari kelebihan berat badan atau obesitas karena ini dampaknya akan sangat besar bagi kesehatan dan janin yang dikandung.

Salah penelitian yang diadakan oleh Hull York Medical School (HYMS) menemukan bahwa wanita yang gemuk ketika mereka hamil lebih mungkin untuk memiliki embrio yang tidak sehat dengan sedikit kesempatan untuk bertahan hidup dan mereka akan memiliki masalah kesehatan yang lebih besar di kemudian hari. Studi menunjukkan perbedaan besar dalam perkembangan awal embrio pada wanita kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan wanita hamil sehat dan memiliki berat badan normal.

Bahkan telur wanita gemuk lebih kecil, yang membahayakan kemungkinan kehamilan yang sukses. Peneliti mengklaim temuan mereka memiliki implikasi kesehatan jangka panjang untuk setiap anak yang lahir dari embrio tersebut.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa berat badan ibu pada saat pembuahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolisme pada anak-anak di kemudian hari," kata peneliti Dr. Roger Sturmey, seperti dilansir laman Daily Mail, Kamis (10/12).
"Apa yang telah kami temukan di sini adalah bahwa kelebihan berat badan pada saat pembuahan tidak muncul untuk menghasilkan perubahan embrio pada tahap yang sangat awal dan bahwa perubahan ini kemungkinan besar akibat dari kondisi di ovarium di mana telur matang," jelas Dr. Sturmey lebih lanjut.

"Perubahan ini dapat mengurangi kemungkinan pembuahan untuk wanita kelebihan berat badan dan bahkan mungkin memiliki implikasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak perempuan yang kelebihan berat badan dan obesitas," katanya lagi.

Studi terbaru menemukan bahwa telur dari wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas secara signifikan lebih kecil dari telur dari wanita dengan berat badan yang sehat, dan lebih kecil kemungkinannya untuk mencapai tahap penting pembangunan yang disebut blastocyst di sekitar lima hari setelah pembuahan.

Peneliti menemukan embrio dari wanita kelebihan berat badan dan obesitas yang mencapai tahap blastokista melakukannya rata-rata 17 jam lebih cepat dari embrio yang sebanding dari wanita berat badan yang sehat.

 Percepatan ini dalam pengembangan awal berarti sel-sel yang lebih sedikit dibentuk di blastokista dari kelebihan berat badan dan obesitas wanita, yang dapat memiliki efek merusak pada plasenta.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction juga menemukan embrio dari wanita gemuk memiliki biokimia yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang berasal dari wanita dengan berat badan yang sehat. Ini termasuk secara signifikan mengurangi glukosa (sumber energi penting bagi embrio tahap awal) dan konten trigliserida tinggi, yang merupakan jenis lemak.

Embrio ini juga menunjukkan metabolisme mengubah beberapa asam amino, otot dan jaringan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pra-kehamilan berat badan yang sehat untuk tidak hanya mengoptimalkan kemungkinan kemungkinan pembuahan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan ibu dan anak.

"Namun kami optimis bahwa dengan penelitian lebih lanjut kita akan mampu memberikan saran gaya hidup yang sesuai dan realistis yang dapat mencegah perubahan pada embrio awal," pungkas Dr. Sturmey
(Sumber  http://www.jpnn.com)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...