24.1.15

Memanfaatkan Serotonin untuk Diet


 Kadar serotonin yang tinggi menyebabkan seseorang menjadi relaks, malas, dan mengantuk. Ini yang menjelaskan mengapa sebagian orang ingin minum kopi sehabis makan karbohidrat, agar tetap melek. Sementara serotonin yang rendah akan menimbulkan 'ngidam' yang berat akan makanan. Tak heran, orang yang berdiet rendah karbohidrat sering ‘tersiksa’ dengan keinginan makan yang tak bisa ditahan.


Wanita lebih sensitif terhadap perubahan serotonin dibanding pria, kata Catherine Christie, Ph.D., R.D., spesialis gizi di Jacksonville, Florida. "Ketika tingkat hormon estrogen rendah dan progesteron tinggi, maka tingkat serotonin juga rendah. Inilah yang membuat wanita ngidam karbohidrat di saat-saat tertentu siklus haidnya.

”Hal ini juga terjadi  di masa perimenopause (pra menopause), ketika kadar estrogen meluncur turun. Itu sebabnya, di masa ini berat badan ikut naik. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa studi yang menunjukkan hubungan langsung antara kegemukan akibat makan berlebihan dengan menurunnya kadar serotonin.

Salah satu solusi untuk mengatasi problem rendahnya kadar serotonin adalah melakukan jeda yang terencana dan terkontrol saat melakukan diet. Yakni, kembali ke pola makan yang ‘normal’ seperti sebelum melakukan diet. Umumnya, dengan jeda 1-2 kali dalam seminggu, berat badan akan turun, namun suasana hati tetap stabil.

Berikut ini adalah tip agar Anda bisa memanfaatkan serotonin secara optimal dalam melakukan diet :

1. Awalilah sarapan dengan menu kaya protein, yang akan memberi Anda energi, namun tetap membantu menurunkan berat. Pada morning tea tiga jam berikutnya, camilan berbahan karbohidrat akan meningkatkan kadar serotonin, sehingga Anda tidak merasa capai, lapar, dan resah hingga siang.

2. Pola yang sama bisa Anda lakukan untuk makan siang, minum teh di sore hari, makan malam, dan ngemil malam -- jika perlu. Camilan malam yang kaya karbohidrat penting bagi wanita yang sulit tidur. Minum susu hangat bisa juga, karena susu mengandung karbohidrat dalam bentuk laktosa alias gula susu.

3. Jika camilan siang membuat Anda mengantuk, tambahkan keju keras (cheddar, keju amerika, keju swiss), atau selai kacang. Bisa juga diganti dengan yogurt.

4. Bagi yang terbiasa aktif, agar tak terpengaruh oleh efek relaks karbohidrat, konsumsilah karbohidrat kompleks dari biji utuh, kacang atau polong-polongan kering, buah, serta sayuran. Jangan lupakan protein, yang diperlukan untuk perkembangan dan perbaikan sel-sel otot, serta sedikit lemak untuk menimbulkan rasa kenyang dan untuk kesehatan kulit.

5. Gula, permen, dan tepung murni bisa memicu penglepasan insulin secara cepat, sehingga serotonin pun naik. Namun gula darah juga akan turun lagi dengan cepat. Lebih bagus mengonsumsi karbohidrat kompleks, karena serotonin akan naik perlahan, sedangkan kadar gula darah tetap stabil.

6. Vitamin B6, B12, dan asam folat membantu pembuatan serotonin. Kekurangan ketiga vitamin ini ikut menurunkan suasana hati, menimbulkan ngidam, serta depresi. Kebutuhan vitamin B12 sekitar 6 mikrogram per hari, namun diperkirakan orang dewasa hanya mengonsumsi separuhnya.
(Sumber  http://www.pesona.co.id)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...