29.1.15

5 Mitos Keliru Tentang Kedelai

 
Kendati berbagai wujud produk kedelai ada di mana-mana dan sudah menjadi bagian dari program diet kebanyakan orang, namun hal-hal yang membingungkan kerap muncul di antara para konsumen: apakah kedelai benar-benar aman bagi pria? Lantas bagaimana peran kedelai dalam ranah penyakit kanker payudara? Untuk menjawabnya, berikut ini paparan 5 mitos yang sering menguap mengenai kedelai yang kami sarikan dari huffingtonpost.com, dan tentu disertai dengan fakta-fakta yang menguatkan, supaya Anda tak lagi ragu:

Mitos #1: Kedelai bukan sumber protein yang baik.

Fakta: Kacang kedelai memiliki protein lengkap, artinya mengandung asam amino esensial yang harus kita dapatkan dari makanan, karena tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Secangkir kacang kedelai rebus mengandung 22 gram protein, nyaris sama banyak dengan sajian steik. Sedangkan pada tahu, ternyata memiliki kandungan protein yang jauh lebih sedikit, hanya 9 gram di setiap 3 ons tahu padat dan 6 gram di setiap 3 ons tahu lembut.

Mitos #2: Produk daging imitasi berbahan dasar kedelai bergizi baik, karena mengandung sayuran.

Fakta: Ketika membuat berbagai macam makanan yang berbahan dasar kedelai menjadi serupa dengan nugget ayam, sosis, atau bagian dada kalkun, biasanya melalui beberapa proses yang berujung pada daftar komposisi yang panjang. Banyak dari produk-produk ini mengandung pula sodium dan lemak tinggi yang sengaja ditambahkan untuk memunculkan rasa daging. Namun seperti halnya pada berbagai makanan lain, mengonsumsi kedelai secara alami lebih baik. 

Mitos #3: Kedelai penyebab kanker payudara.

Fakta: Beberapa kasus kanker payudara memang disebabkan oleh peran estrogen, dan ya, kedelai bisa berperan seperti estrogen. Namun sebenarnya tidak pernah didapati temuan yang menyebutkan bahwa kedelai sebagai penyebab utama kanker. “Konsumsi makanan olahan dari kedelai dinyatakan aman, baik untuk penderita kanker payudara mau pun masyarakat umum. Bahkan menekan risiko terkena kanker payudara,” tulis Marji McCullough, ScD, RD, Direktur Strategis Epidemiologi Gizi untuk American Cancer Society.

Mitos #4: Jika Anda tidak menyukai tahu, suplemen protein yang mengandung kedelai adalah alternatif yang tepat.

Fakta: Meski pun implikasi kesehatan berkat suplemen kedelai ditemui pada beberapa penelitian yang dilakukan terhadap hewan, namun kebanyakan ahli justru berpendapat berlawanan terhadap suplemen dengan kedelai hingga penelitian lanjutan dilakukan. Konsumsi dalam jangka pendek dinyatakan lebih aman, menurut National Center for Complementary and Alternative Medicine, sedangkan dampak dari penggunaan jangka panjang (suplemen) isoflavon kedelai belum sepenuhnya terkuak.

Mitos #5: Pria dilarang makan kedelai.

Fakta: Pemahaman mengenai aktivitas mirip estrogen dari kedelai, telah menimbulkan kecemasan dampak produk kedelai bisa menurunkan testosteron pria, namun studi klinis tidak mendukung ketakutan tersebut. Faktanya, pria justru mendapatkan manfaat atas produk kedelai diet, contohnya untuk menurunkan risiko kanker prostat.
(Sumber  readersdigest)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...