7.11.15

Ternyata Ginseng Dapat Digunakan Untuk Mencegah Sakit Flu



 Hai bunda,... ternyata ginseng dapat digunakan untuk mencegah sakit flu. Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat ya?

Akar ginseng telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan di Asia, termasuk untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Para peneliti Amerika kini menunjukkan bahwa herba ini terbukti dapat digunakan untuk pengobatan dan pencegahan influenza.
Tim yang dipimpin oleh Sang-Moo Kang dari Georgia State University menguji efek ginseng pada infeksi virus influenza A yang menginfeksi sel-sel epitel paru-paru manusia (sel-sel jaringan yang melapisi rongga paru-paru). Dalam percobaan itu, tikus yang sakit flu mendapatkan jus ginseng. Hasilnya: sel paru-paru tikus yang diobati dengan ekstrak ginseng lebih tahan terhadap infeksi flu dan lebih cepat sembuh daripada yang tidak menerima.
Studi molekuler rinci menunjukkan bahwa ginseng menghambat proses inflamasi dalam sel-sel epitel. Para peneliti juga menemukan bahwa ginseng merangsang sistem kekebalan tubuh dan memproduksi protein tertentu yang bertindak melawan virus dan menetralisasi peradangan pada bronkus tikus.
Saat ini, Kang dan rekan-rekannya menyelidiki apakah ginseng efektif melawan infeksi RSV (respiratory syncytial virus) yang menginfeksi paru-paru dan saluran udara dan menyebabkan peradangan. Hasil awalnya positif, ekstrak ginseng tidak hanya menghambat proses inflamasi dalam sel paru-paru, tetapi juga memperlambat replikasi virus.
Virus influenza selalu berubah sehingga menyulitkan pencegahannya dengan vaksinasi. Terapi ginseng efektif terhadap jenis virus apa pun. Namun, berapa banyak ekstrak ginseng yang diperlukan untuk pencegahan flu pada manusia dan sejauh mana penyakit itu dapat diobati, masih memerlukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang.
(Sumber : majalahkesehatan.com)

Tips Mengobati Luka Lecet Pada Anak



Hai bunda,... berikut ini beberapa langkah-langkah mengobati luka lecet pada anak, ssemoga bermanfaat ya?

Lecet adalah luka dangkal terbuka yang menimbulkan perdarahan dan kerusakan ujung-ujung saraf di kulit, yang menimbulkan rasa perih. Lecet biasanya karena bergesekan dengan permukaan tanah atau benda keras lainnya. Anak-anak usia 1-3 tahun sering mengalami lecet ketika mereka belajar berjalan, berlari dan mengeksplorasi sekitarnya. Anak-anak yang lebih besar juga sering mengalaminya ketika mereka bermain dan berolahraga. Bila anak Anda mengalami lecet, apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut adalah 7 langkah mengobati luka lecet pada anak:

1. Tenangkan anak

Anak-anak biasanya akan menangis ketika mengalami luka, sebagian bahkan akan meraung-raung atau menjerit-jerit. Tangisan itu merupakan kombinasi dari rasa sakit, rasa takut/cemas dan minta perhatian. Sebelum dapat mengatasi lukanya, tenangkan dulu anak Anda agar secara psikologis merasa aman dan terlindungi. Setelah tenang, barulah Anda bisa melakukan tindakan selanjutnya.

2. Cuci tangan Anda

Sebelum melakukan perawatan, basuh kedua tangan Anda dengan air bersih dan sabun. Hal ini mencegah penularan kuman dari tangan Anda.

3. Bersihkan luka

Bila anak jatuh di tanah atau tempat berpasir, kemungkinan lukanya kotor. Bersihkan luka dengan air agar semua pasir dan tanah yang mengotori terbasuh sepenuhnya untuk mencegah infeksi. Lakukan dengan perlahan dari bagian dalam luka ke luar. Air yang digunakan bisa air jernih dari kran atau lebih baik lagi bila air matang yang steril. Anda dapat membuang kotoran yang tersisa menggunakan kasa steril yang dibasahi.

4. Terapkan antiseptik

Setelah luka benar-benar bersih, terapkan cairan antiseptik pada luka. Antiseptik yang biasa dipakai umumnya adalah yang berbasis povidone iodine. Sebaiknya tidak memakai antiseptik yang mengandung alkohol karena dapat membuat luka terasa lebih perih.

5. Perban luka bila perlu

Luka biasanya lebih cepat sembuh jika dibiarkan terbuka. Namun, seringkali luka perlu juga ditutup untuk menghindari terkena kotoran, terutama bila anak Anda sangat aktif dan lingkungannya banyak debu dan kotoran. Gunakan perban yang tidak lengket pada luka agar mudah dilepaskan dan diganti tanpa menimbulkan luka baru. Perban yang kedap air dapat membuat anak tetap bisa mandi. Perban harus diganti minimal setiap dua hari sekali agar tidak kotor dan lembab/basah.

6. Biarkan luka mengering

Jaga luka dari benturan. Jangan mencabut atau menggaruk keropeng setelah terbentuk, meskipun penampilannya terlihat jelek. Itu adalah lapisan steril yang melindungi luka dari infeksi ketika dalam proses penyembuhan. Gatal di sekitar luka adalah hal yang baik, karena menandakan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.

7. Bawa ke dokter bila infeksi

Keenam langkah di atas biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan luka. Namun, ada kalanya anak perlu dibawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut bila menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:
  • Pembengkakan di daerah luka
  • Nanah terbentuk di daerah luka
  • Kulit kemerahan yang menyebar di sekitar luka
  • Peningkatan rasa sakit pada luka
  • Penampilan lesu dan kurang sehat
  • Suhu tubuh tinggi (demam ) yaitu 38 ° C atau lebih
  • Kelenjar limfa membengkak
Luka yang terinfeksi biasanya dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik untuk beberapa hari.

Waspada tetanus

Meskipun kini sudah semakin langka, ancaman bahaya tetanus masih tetap ada. Bakteri tetanus (clostridium tetani) dapat masuk ke dalam luka yang tidak terawat dengan baik. Setelah berkembang biak, mereka mengeluarkan racun yang membuat otot-otot menjadi kejang. Otot pertama yang kejang adalah di bagian rahang, sehingga mulut tidak dapat dibuka. Itulah mengapa tetanus sering disebut sebagai “kejang mulut “. Otot-otot lain dalam tubuh juga akan kejang sehingga penderita tidak bisa bergerak. Bahaya mengancam ketika kejang membuat organ-organ vital tubuh gagal berfungsi.
Bila Anda mendapati tanda-tanda infeksi tetanus, segeralah membawa anak Anda ke rumah sakit. Tetanus perlu dirawat secara intensif di rumah sakit yang memiliki alat bantu pernapasan dan peralatan penunjang lainnya.
(Sumber : majalahkesehatan.com)

Nyeri Menstruasi Dapat Diatasi Dengan Jahe


jahe untuk nyeri haid
Hai bunda,... ternyata jahe dapat mengurangi nyeri menstruasi lho. Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat ya?

Sebagian wanita secara rutin merasakan nyeri menstruasi, layaknya seorang tamu yang selalu berkunjung tiap bulan. Rasa nyeri itu disebabkan oleh prostaglandin, hormon alami yang dibuat di sel-sel pada lapisan dalam rahim dan bagian lain tubuh. Prostaglandin yang diproduksi di rahim membuat rahim berkontraksi dan membuang lapisan yang terbentuk selama siklus menstruasi. Prostaglandin yang terlalu banyak diproduksi memicu kontraksi yang hebat sehingga menimbulkan nyeri haid (dismenore). Gejala-gejala lain juga mungkin hadir seperti sakit kepala, mual, muntah dan diare.
Bagi Anda wanita yang sering mengalami nyeri haid, jahe dapat menjadi alternatif pereda nyeri alami yang dapat diandalkan. Jahe menghambat produksi prostaglandin sehingga mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan oleh hormon itu.
Penelitian oleh James W. Daily, dkk atas hasil-hasil riset lain yang tersebar di 12 basis data elektronik seperti PubMed, EMBASE, Cochrane Library dan basis-basis data di Korea, China dan India secara khusus mempelajari seberapa bagus efek jahe dalam mengatasi nyeri haid. Setelah menyeleksi dari ribuan artikel penelitian yang pernah diterbitkan, mereka menemukan empat artikel yang secara spesifik meneliti efek terapetik jahe untuk nyeri menstruasi.  Keempat artikel tersebut lalu diperbandingkan.
Perbandingan hasil-hasil uji klinis acak (randomized clinical trials) dalam artikel-artikel itu memberikan bukti yang sugestif bahwa konsumsi 750-2000 mg bubuk jahe selama 3-4 hari cukup efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi. Dibandingkan obat farmasi, jahe memiliki kelebihan karena tidak memiliki efek samping. Selain itu, jahe juga mengurangi nyeri di perut bagian atas, rasa panas di dada (heartburn), kembung, sebah, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.
(Sumber : Majalah Kesehatan)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...