1.4.15

Tips Efisien Menggoreng Ikan Balut Tepung

 

 Selain ayam goreng, ikan goreng tepung adalah menu favorit yang banyak digemari oleh hampir semua kalangan usia

Sepanjang mata memandang yang terlihat di jalan-jalan adalah warung lalapan. Sampai saat ini gorengan masih menjadi makanan yang diidolakan oleh banyak orang. Apalagi sejak fast food menjelma menjadi primadona, makanan yang digoreng semakin tak bisa terbendung dalam menu makan sehari-hari. Selain ayam goreng, ikan goreng tepung adalah menu favorit yang banyak digemari oleh hampir semua kalangan usia.
Namun begitu, sajian ikan goreng tepung bukanlah hidangan yang menyehatkan. Tepung yang dibalutkan akan semakin banyak menyerap minyak, hingga meningkatkan jumlah kalori dan lemak trans dalam makanan ini. Kabar baiknya, Anda masih bisa membuat sajian ikan balut tepung yang sehat kok. Penasaran? Berikut ini tips membuatnya.

Pilih Ikan yang Berdaging Tebal

Sebelum mulai menggoreng ikan balut tepung, pilihlah ikan yang memiliki daging lebih tebal, sehingga saat dimakan tidak hanya sebatas balutan tepung saja. Pemilihan daging ikan dengan kualitas yang baik juga bisa memberikan nilai gizi yang lebih lengkap. Ikan kakap merah adalah satu jenis ikan yang memiliki volume daging cukup tebal dan cocok dimanfaatkan untuk sajian ikan balut tepung.

Gunakan Tepung Roti

Tepung terigu bukanlah satu-satunya bahan adonan yang bisa digunakan untuk membuat ikan balut tepung. Sebaliknya, tepung terigu cenderung lebih banyak menyerap minyak, sehingga kurang baik untuk membuat hidangan ini. Agar lebih renyah gunakan tepung gandum maupun tepung roti. Kedua tepung ini banyak mengandung serat dan tak terlalu banyak menyerap minyak.

Gunakan Olive Oil

Kunci makanan yang digoreng banyak mengandung lemak trans terletak pada penggunaan minyak tak jenuh, seperti minyak kelapa, lebih dari sekali. Untuk meminimalkan kolesterol dan kalori yang tinggi dari makanan yang digoreng, gunakan minyak sawit atau olive oil. Selain itu, menggorengnya tak harus dari wajan, bisa juga memanfaatkan oven.

Persingkat Waktu Menggoreng

Kelemahan menggoreng dengan hanya memanaskan dalam oven memang tidak bisa menghasilkan makanan serenyah menggoreng dalam wajan. Bila ingin membuat sajian ikan balut tepung yang lebih renyah, tunggulah minyak sampai panas, sekitar 176 derajat Celcius, barulah memasukkannya. Cara ini dapat membuat sajian lebih renyah dengan waktu menggoreng yang lebih singkat.
Supaya lebih mudah untuk dinikmati, fillet daging ikan sebelum mengolahnhya menjadi ikan balut tepung. Anda pun bisa langsung menikmatinya bersama si kecil tanpa perlu repot-repot memunguti tulang-tulangnya lagi. Happy Cooking!
(Sumber Nestle)

Punya Hipertensi? Jauhi Makanan Ini!

 

 Asinan, fast food, mie instan dan makanan beku merupakan beberapa makanan yang bisa memicu hipertensi, bila dikonsumsi berlebihan.

‘Hidup sehat memang tidak ada bandingannya’, ungkapan ini agaknya tepat untuk menegaskan betapa berharganya sebuah kesehatan. Bisa menikmati hidup lebih bebas tanpa ada pantangan yang kadang membuat hidup begitu berasa membosankan. Ironisnya, saat merasa tubuh benar-benar sehat, sebagian orang justru bertindak ceroboh dan mengabaikan beragam hal yang bisa mengganggu kesehatan.

Contoh sederhana yang banyak dijumpai adalah ketika orang-orang begitu bebasnya menyantap segala makanan manis, berlemak dan kaya sodium, seperti fast food secara berlebihan. Imbasnya, tensi darah meningkat sampai dokter mengatakan ‘Anda mengalami hipertensi’. Jika sudah begini, alih-alih hidup bebas berbalik menjadi banyak pantangan makan untuk sementara waktu. Berikut ini asupan yang menjadi pantangan orang yang hipertensi.

Asinan

Mayoritas orang gemar menyantap makanan yang berasa gurih dan asin. Namun, selama mengalami hipertensi garam dan sodium adalah dua asupan yang perlu dikurangi, karena bisa meningkatkan tekanan darah. The Dietary Guidelines for American menyebutkan asinan mengandung sodium sebanyak 570 mg sehari. Sementara batasan asupan sodium per hari untuk penderita hipertensi tak lebih dari 766 mg per hari.

Fast Food

Fast food kurang baik bagi penderita hipertensi karena banyak mengandung kolesterol. Lemak trans yang banyak digunakan untuk menggoreng kurang bisa dicerna dalam tubuh. The Dietary Guidelines for American menyebutkan fast food mengandung sodium sebanyak 270 mg dan lemak sebanyak 19 gram.

Mie instan

Mie instan memang sering menjadi jujukan terakhir saat perut begitu lapar sementara tak ada makanan segar yang bisa dimakan. Tahukah Anda bila mie instan mengandung rata-rata sodium sebanyak 880 mg menurut The Dietary Guidelines for American dan sungguh bukan asupan yang tepat untuk penderita hipertensi.

Makanan Beku

Garam atau sodium bukanlah satu-satunya asupan yang kurang baik bagi penderita hipertensi. Makanan yang banyak mengandung gula, seperti donut, berpotensi meningkatkan gula darah hingga bisa memicu kenaikan tekanan darah. Belum lagi, bila makanan tersebut dibekukan. The Dietary Guidelines for American menjelaskan semua makanan beku lebih banyak mengandung sodium. Bahkan jumlahnya berkisar antara 1300-1400 mg, kadar sodium yang sangat tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi.
Gantilah dengan buah-buahan dan sayuran yang lebih kaya serat, di samping itu pilihlah asupan yang tak banyak mengandung lemak, seperti daging rendah lemak, susu bebas lemak dan lainnya. Ingat, yang menentukan tubuh sehat adalah kita sendiri bukan orang lain., Ppintar-pintarlah untuk mengontrol demi tubuh yang sehat. Semoga berguna!
(Sumber Nestle)

Sst, Buah Nanas Banyak Gizinya Lho

 

 Siapa sangka bila buah nanas mengandung banyak nutrisi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Tak banyak yang tahu bagaimana bentuk tumbuhan nanas. Sebagian orang tahu nanas sudah ada di pasar atau di supermarket dalam bentuk kupas siap makan. Bahkan, beberapa orang yang tinggal di kota besar yang begitu padat hanya tahu nanas dalam bentuk selai. Nanas termasuk buah yang bisa tumbuh menahun, sehingga tak begitu sulit menemukannya di pasar setiap waktu.
Namun, kedatangan buah impor yang belakangan cukup banyak membanjiri pasar membuat nanas masuk jajaran buah kelas dua layaknya pepaya dan sawo. Namun, siapa yang sangka bila buah nanas mengandung banyak nutrisi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Sumbernya Vitamin

Dari rasanya yang asam, Anda mungkin bisa menebak bila nanas mengandung vitamin C. Benar saja, menurut Jessica Brusso, ahli nutrisi Massachusetts, kadar vitamin C dalam 100 gram buah nanas mempu memenuhi kebutuhan vitamin C harian sebanyak 40 persen. Bukan hanya itu, 100 gram buah nanas juga bisa menyumbangkan vitamin B1 dan B6 dengan jumlah masing-masing sebanyak 10 dan 8 persen.

Gudangnya Mineral

Sama seperti buah-buahan lainnya yang banyak mengandung mineral di samping vitamin yang melimpah, hal ini juga terdapat dalam nanas. Menurut Jessica, kandungan magnesium dalam 100 gram buah nanas setara dengan asupan harian tubuh sebanyak 6 persen. Zat besi, folat, niasin hingga riboflavin juga mampu disumbangkan oleh nanas dalam tubuh sebesar 4 persen. Luar biasa bukan?

Bebas Kolesterol dan Lemak

Kelebihan nanas bisa jadi idola bagi orang-orang yang sedang menjalani hidup sehat. Sebab, nanas ternyata tidak mengandung kolesterol dan lemak lho. Sebaliknya, dalam satu sajian ideal nanas sebanyak 100 gram atau setara dengan 80 kalori, mampu menyumbangkan serat sebanyak 2 mg dan protein sebesar 1 gram.
Lewat sumber nutrisi ini, maka tak heran bila Jessica menyebutkan nanas sangat baik untuk menunjang pembentukan energi dalam tubuh. Terlebih, beragam nutrisi penting dalam nanas mampu meningkatkan daya tahan tubuh. So, tak perlu ragu untuk mengonsumsi buah kelas dua ini ya.
(Sumber Nestle)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...