13.11.14

sebab sebab batita sulit tidur dan solusinya

 Bunda..ini lho sebab sebab mengapa batita sulit tidur, moga bermanfaat ya??
(sumber KOMPAS.com)

Batita butuh waktu tidur sekitar 12 jam sehari. Pembagiannya 10,5 jam di waktu malam, 1-2 jam di siang hari. Tidur adalah istirahat yang paling baik. Ketika tidur, organ-organ tubuh beristirahat, meregenerasi sel, melakukan detoksifikasi, sehingga ketika bangun, tubuh akan kembali bugar, baik fisik maupun mental.

Umumnya, jadwal tidur anak sudah terpola. Jika biasanya ia tidur pukul sembilan malam, ia akan mengantuk dan tidur pada jam tersebut. Bisa lebih cepat atau lebih lambat namun rentang waktunya tidak terlalu jauh sekitar satu jam. Jika rentang waktunya cukup jauh sekitar dua jam, tandanya anak mengalami kesulitan tidur.

Hanny Muchtar Darta, El Parenting Consultant - PSYCH-K Practitioner dari RADANI-EL CENTER Jakarta menjelaskan sejumlah penyebab sulit tidur pada anak beserta cara mengatasinya berikut ini:

1. Ada bagian tubuh yang sakit.

Karena terlalu asyik bermain biasanya anak-anak tidak merasakan ada bagian tubuh yang sakit. Bisa saja ketika bermain, kaki si kecil terpelintir atau jatuh, dan sebagainya. Malamnya, setelah ia lelah dan mau tidur barulah terasa sakitnya.

Solusi: Tanyakan pada anak, apakah ada bagian tubuhnya yang sakit, mulai atas sampai bagian bawah tubuh, sambil Anda memegangnya secara pelan-pelan. Jika ada bagian tubuh yang sakit segeralah kurangi rasa sakitnya agar ia merasa nyaman. Kemudian, lanjutkan dengan melakukan ritual tidur yang menjadi kebiasaan Anda dan anak, misalnya membacakan buku, bersenandung lagu tidur untuk anak atau bercerita karangan Anda, dan lainnya.

2. Terlalu lelah.

Tubuh akan terasa tidak nyaman jika terlalu lelah. Pegal di kaki, tangan, pinggang, bagian belakang tubuh, bahkan sakit kepala. Wajar jika kemudian anak menjadi sulit tidur. Ciri-cirinya, biasanya anak menggeliatkan tubuhnya sambil meringis perlahan.

Solusi: Coba pijat perlahan di bagian yang mungkin terasa pegal. Jika perlu, gunakan minyak telon supaya tubuhnya hangat sehingga anak merasa lebih nyaman. Seiring dengan kenyamanan yang didapat dan rasa kantuknya yang semakin kuat, biasanya anak akan terlelap.

3. Ketidaknyamanan fisik.
Apakah Anda baru pindah rumah, pindah kamar atau membeli furnitur baru? Biasanya anak membutuhkan penyesuaian terhadap keadaan ruangan atau peralatan tidur baru.

Solusi: Sampaikan dengan jelas dan secara baik-baik, kenapa hal baru itu terjadi. Sebaiknya hal tersebut disampaikan sebelumnya sehingga anak tidak kaget. Jika semua dilakukan untuk kebaikan, Anda pun harus yakin si kecil pasti akan mampu melewati masa transisi dengan baik dan temani jika diperlukan.

Pastikan di kamar hanya ada tempat tidur dan lemari pakaian. Hindari meletakkan televisi, mainan di kamar atau meja belajar. Kamar tidur benar-benar hanya untuk tidur dan beristirahat.

Biasakan selalu mematikan lampu dan buat suasana kamar gelap atau remang-remang, karena hormon melatonin bekerja dalam keadaan gelap. Pada saat ini hormon pertumbuhan akan bekerja dengan baik sehingga anak tumbuh sehat dengan daya tahan tubuh yang baik. Jika Anda ingin membacakan buku, gunakan lampu baca clip on agar anak merasa nyaman sehingga bisa tidur nyenyak.

4. Tidur sendiri atau bersama orangtua.
Hal ini akan memengaruhi kebiasaan tidur anak. Apalagi jika di ruangan ada televisi atau terbiasa kerja di kamar tidur karena sedang dikejar deadline. Ketidaktenangan suasana kamar ini akan memengaruhi anak.

Solusi: Sebaiknya anak dibiasakan tidur sendiri sejak dilahirkan. Jika Anda belum bisa berpisah dengan anak, sebaiknya ketika Anda sibuk menyelesaikan pekerjaan, maka kerjakanlah di luar kamar supaya anak bisa tidur dengan tenang.

5. Pola makan malam.
Apakah anak makan dengan pola gizi seimbang atau terlalu banyak makan karbohidrat dan manis-manis, misalnya?

Solusi: Sebaiknya anak dibiasakan makan dengan pola makan yang beragam, bergizi, dan berimbang sesuai dengan kebutuhan usia batita. Pastikan anak sudah makan dan minum yang cukup sehingga tidak merasa lapar dan haus ketika akan tidur. Jika benar ia lapar atau haus, segera atasi. Sebaiknya, berikan makan atau minum dalam posisi duduk supaya ia tidak tersedak. Pastikan perut anak dalam kondisi kenyang sebelum tidur.

6. Ketidaknyamanan emosi.
Ketidaknyamanan emosi biasanya terjadi jika anak mengalami emosi negatif yang cukup traumatik. Seperti, anak ketika bermain ditakut-takuti, pertama kali melihat hal-hal baru yang memberikan perasaan takut, semisal barongsai, badut karakter, dan sebagainya.

Biasanya, ketidaknyamanan juga bisa berasal dari ayah bundanya yang merasa tidak tenang, tidak nyaman, khawatir karena harus pergi melakukan perjalanan dinas. Perasaan negatif ini akan tertransmisikan kepada anak sehingga anak pun merasa tidak nyaman, tidak tenang, akibatnya ia kesulitan tidur.

Solusi: Ketika anak merasa takut saat melihat badut dari kejauhan, sebaiknya Anda bertahap mengajaknya melihat lebih dekat. Kemudian, jelaskan kalau badur itu juga orang hanya berpakaian karakter dan sebagainya.

Seharusnya Anda menyampaikan rencana trip tersebut dengan baik menggunakan bahasa yang dimengerti oleh anak dan sampaikan bahwa ada yang akan menemaninya, seperti ayah, ibu, mbak, eyang. Selain itu siapkan cerita yang sudah direkam untuk anak dengarkan ketika mau tidur. Jika Anda tenang, anak pun akan merasakan ketenangan tersebut.

7. Ketidakharmonisan keluarga.
Hubungan yang tidak harmonis di dalam keluarga turut berperan membuat anak sulit tidur. Sebab, perasaan tidak nyaman orangtua, energi negatifnya akan tertransmisikan kepada anak sehingga ia ikut merasakan ketidaknyamanan di dalam rumah dan hal ini membuat anak sulit tidur.

Solusi: Yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan dahulu segala ketidakharmonisan yang ada di dalam rumah. Jika perlu libatkan ahli seperti psikolog atau terapis keluarga, supaya permasalahan cepat tuntas. Sambil menyelesaikan masalah keluarga, berikan ketenangan, perlindungan, dan kasih sayang kepada anak. Jika anak merasa lebih nyaman, ia akan lebih mudah tidur.



Dampak buruk obat penurun demam pada ginjal anak

 Info yang bermaanfaat buat para bunda untuk tidak sembarangan memberi obat penurun demam pada anak (sumber detik health.com)

Saat anak terkena demam, orang tua biasanya akan langsung memberikan obat penurun demam berupa ibuprofen (Advil) dan naproxen (Aleve). Padahal menurut sebuah studi baru, obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis NSAIDs ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal serius.

Namun risiko kerusakan ginjal yang paling besar akan terjadi pada anak yang menderita demam sekaligus mengalami dehidrasi, efek samping dari serangan penyakit seperti flu disamping muntah-muntah dan diare. Temuan ini diperoleh setelah tim peneliti gabungan dari Indiana University dan Butler University menganalisis 1.015 rekam medis pasien yang dirawat di Riley Hospital for Children, Indiana University Health antara tahun 1999-2010.

Setelah mengesampingkan kasus cedera ginjal akut yang disebabkan oleh faktor kronis seperti penyakit ginjal, peneliti menemukan bahwa 27 kasus atau 3 persen kasus cedera ginjal serius yang ditangani rumah sakit tersebut terjadi pada anak-anak yang diketahui mengonsumsi NSAIDs.

Bahkan tujuh pasien dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics ini dilaporkan telah mengalami kerusakan ginjal permanen, sedangkan empat pasien anak lainnya membutuhkan dialisis ginjal.

"Pada kasus semacam ini, fungsi ginjal pasien perlu dimonitor selama bertahun-tahun, termasuk memperhatikan biaya pengobatan yang cukup signifikan besarnya, apalagi jika Anda mempertimbangkan penggunaan alternatif yang ada sehingga cedera ginjal akut akibat konsumsi NSAIDs-nya dapat dihindari," papar Dr. Jason Misurac, dokter spesialis nefrologi anak dan peneliti studi ini.

Seperti telah lama diketahui bahwa muntah-muntah dan diare sebagai efek samping flu dan demam dapat menguras suplai cairan tubuh penderita sehingga penderita mengalami dehidrasi. Dari situ peneliti menduga bahwa anak-anak yang dehidrasi ketika flu bisa jadi menghadapi risiko kerusakan ginjal lebih besar karena NSAIDs membatasi aliran darah ke ginjal sebagai organ penyaring darah.

"Salah satu alternatif untuk NSAIDs adalah acetaminophen (Tylenol) tapi alternatif lainnya bisa jadi tak mengonsumsi obat-obatan apapun, setidaknya untuk sementara, agar tubuh dapat melawan infeksi itu dengan sendirinya," saran Dr. Misurac seperti dikutip dari huffingtonpost

12.11.14

Tips mengatasi insomnia

Ini dia tips penyembuhan insomnia , boleh disimak . 

Susah tidur? Jika ya, Anda pengidap insomnia. (iStock)
Susah tidur? Jika ya, Anda pengidap insomnia. (iStock)
VIVAlife - Banyak orang urban yang sulit tidur di malam hari. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena tekanan di kantor atau masalah pribadi yang tak kunjung usai. Akibatnya mereka menjadi makhluk-makhluk malam, yang menanti fajar datang baru bisa memejamkan mata.
Sebenarnya, apa solusi dari masalah ini? Simak konsultasi pembaca viva.co.id bersama dokter Rahajeng dari Meetdoctor.

Tanya:

Dok, bagaimana cara mengatasi insomnia yang berlebihan? Semakin hari saya semakin susah terlelap, walaupun pulang kerja badan sudah lelah, tapi saat mata dipejamkan saya tetap susah tidur. Padahal tidak ada masalah keluarga atau kantor yang mengganggu pikiran, bagaimana solusinya ya? Umur saya 26 tahun.

Terima kasih,
Vito

Jawab:

Halo Vito, sebelumnya saya mau tanya. Apakah Anda sering mengkonsumsi minuman yang mengandung cafeine, seperti kopi? Apakah Anda nyaman dengan tempat tidur saat ini?  Sebab referensi medis menyatakan, bahwa insomnia itu dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:
    Depresi
    Kurang olahraga teratur
    Kebiasaan tidur buruk
    Stres
    Perubahan kebiasaan tidur atau lingkungan
    Stimulan (minuman berkafein)
    Masalah kesehatan lain.

Beberapa orang mungkin perlu obat sementara untuk membantu mereka tertidur. Dokter sering membuatkan resep obat untuk waktu singkat jika pengobatan lain tidak bekerja. Tetapi pemberian obat, terkadang tidak bekerja baik dari waktu ke waktu sebagai perubahan gaya hidup dan perilaku.

Pengobatan terbaik sebagai solusi jangka pendek bisa dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup dan perilaku. Biasanya, dokter akan menyarankan konseling, yang dapat membantu Anda memelajari kebiasaan baru yang dapat membantu tidur lebih baik.
   
O ya, disarankan tidur dengan kondisi lampu yang mati supaya tidur cepat lelap. Terkadang, tubuh yang terlalu lelah merupakan stres bagi tubuh, sehingga dapat menyebabkan sulit tidur. Saran saya, baiknya Vito segera menemui dokter untuk berkonsultasi sehingga bisa mendapat resep sesuai bila perlu.
   
Salam,
dr. Rahajeng AP

***

Anda memiliki masalah dan pertanyaan seputar kesehatan? Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@viva.co.id.

Masalah Anda akan dijawab oleh dokter ahli. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk. Pertanyaan pembaca yang dijawab, akan ditampilkan melalui artikel di VIVAlife.

sumber : vivanews.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...